Berita NTB

Anda di sini

Depan / Berita NTB


Berita Nusa Tenggara Barat

Pengelolaan DAS Renggung dalam Persepektif Perubahan Iklim



Universitas Mataram sebagai salah satu konsorsium PETUAH  dalam kegiatan Green Knowleadge (GK) memiliki peranan sebagai Center of Exelent for Climate Change Agriculture Resilience  (CoE CLEAR). Setelah melakukan rangkaian kegiatan FGD penjaringan masukan dalam penyusunan Road Map yang diadakan di tiap kabupaten kini telah memasuki tahap kegiatan Policy Dialogue.

Meciptakan Mata Air Baru di Tengah Serbuan Mesin Galian C



Beberapa kali mengikuti kegiatan Konsorsium Hijau Lombok Tengah, khususnya di Desa Wajegeseng ada cerita yang selalu terselip di sesi presentasi, yakni cerita seorang petani bernama Hanafi yang memulihkan sumber mata air di lahannya setelah tidak mengalirkan air sebagai akibat dari aktivitas tambang galian tipe C. Saya tertarik dengan cerita itu, dan meluangkan waktu untuk dapat berkunjung kembali ke Desa Wajegeseng.

Workshop Penulisan Laporan PA Kabupaten Lombok Tengah



Dari Acara Lombok Tengah- Workshop penulisan laporan participatory assessment dan penyusunan rencana tindak lanjut yang diadakan selama dua hari pada Jumat-Sabtu (12 dan 13/02/16) untuk hasil laporan di Dua Desa Wajageseng dan Aik Bual kabupaten Lombok Tengah. Acara yang bertujuan mendengar penyampaian/presentasi hasil-hasil participatory assessment yang telah dilaksanakan pada pertengahan Januari lalu oleh  dua orang Peneliti/ Failitator di antaranya Restu Rizkyta Kusuma dan rahmayati bersama manajemen Area Konsorsium Hijau Yuliarni.

Workshop Penulisan Laporan Participatory Assesment Kab. Lombok Timur



Kegiatan Konsorsium Hijau  dalam program Green Knowledge (GK) telah memasuki tahap penulisan laporan. Setelah terlaksananya kegiatan Participatory Assessment yang dilakukan dengan melibatkan pandu tanahair serta masyarakat dilaksanakan selama 14 hari di desa target kegiatan konsorsium hijau. Participatory Assessment merupakan bagian dari proses gap assessment. Gap assessment merupakan proses kegiatan yang sangat penting dalam kegiatan pengetahuan hijau.

Workshop Penulisan Laporan Participatory Assessment dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Konsorsium Hijau Lombok Tengah



Setelah melalui beberapa rangkaian kegiatan GAP Analisis yakni Rapid Assessment pada bulan November dan juga Participatory Assessment di bulan Januari , maka pada tanggal 12 – 13 Februari  Konsorsium Hijau Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan Workshop Penulisan Laporan Participatory Assessment dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut yang bertempat di Hotel Grand Royal Praya Kabupaten Lombok Tengah. Dihadiri oleh beberapa ahli bidang pertanian, ekonomi dan juga energi terbarukan dari Universitas Mataram dan SKPD terkait seperti Bappeda serta Dinas Pertanian dan Peternakan.

Sambel Beberoq dan Angka Kemiskinan NTB



Harga cabai dan tomat pada minggu akhir bulan Desember tahun 2015 sampai memasuki minggu kedua Januari 2016 cenderung meningkat dan stabil. Sempat mengalami harga fluktuatif pada bulan-bulan akhir tahun 2015 dari tadinya harga tomat berkisar Rp.1000/ kg kini meningkat drastis menjadi Rp.12.000 sampai Rp.12.000/ kg pun dengan harga cabai yang hampir-hampir mengikuti perkembangan harga ini di Pasar Desa saya per kilo cabai seharga Rp.36.000 (harga pertanggal 10 Januari 2016).

Merencanakan Tata Ruang Yang Lebih Baik dengan PLUP



Participatory Land Use Planning (PLUP) merupakan salah satu  kegiatan Kemakmuran  Hijau  MCA-Indonesia. Tujuan dari PLUP adalah untuk terbukanya jalan bagi kegiatan-kegiatan yang ada di MCA-Indonesia guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lestari dan berkelanjutan. MCA-Indonesia Merancang kegiatan Participatory Mapping and Planning (PMaP) bagian kedua. Rangkaian sub kegiatan dari PMaP 2 dibentuk agar terwujudnya tujuan dari PLUP. Kegiatan PMaP 2 akan dilaksankan di Sumba (4 Kabupaten), Lombok (3 Kabupaten) dan Jambi (2 Kabupaten).

Mempersiapkan Tenaga Kerja yang Profesional melalui Pelatihan dan Sertifikasi



Proyek Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Tekhnologi Energi Terbarukan (PEKA SINERGI) bertujuan untuk berkontribusi dalam pengembangan keterampilan tenaga ahli lokal di bidang Teknologi Energi Terbarukan (TET). Proyek ini akan membangun sistem pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi dalam energi Teknologi Energi Terbarukan, termasuk menetapkan standar kompetensi dalam TET atau Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan persetujuan Kementerian Tenaga Kerja.

Halaman