Sinergisitas menjadi Kunci Keberhasilan dalam Proyek Kemakmuran Hijau MCA-I di Sulawesi Barat

Anda di sini

Depan / Sinergisitas menjadi Kunci Keberhasilan dalam Proyek Kemakmuran Hijau MCA-I di Sulawesi Barat

Sinergisitas menjadi Kunci Keberhasilan dalam Proyek Kemakmuran Hijau MCA-I di Sulawesi Barat

 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 22 Februari 2017 telah melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tingkat Provinsi bertempat di Hotel D’Maleo Mamuju. Rakorda ini bertujuan  bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan proyek yang dilaksanakan oleh para penerima hibah Proyek Kemakmuran Hijau Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-I). Selain itu Rakorda juga bertujuan untuk membangun koordinasi yang baik antar pemerintah daerah di level provinsi maupun di kabupaten, agar dalam pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh para penerima hibah proyek Kemakmuran Hijau MCA-I yang terdiri dari Swisscontact (Jendela 1a), PLUP, Sky Energi (Jendela 3a), penerima hibah Jendela 2 (KPHM, Konsorsium Perhutanan Sosial, PSDABM-M, Konsorsium Padang Diada’i) serta jendela Pengetahuan Hijau (LPEM FEB UI, Petuah dan Yayasan BaKTI). Turut hadir dalam kegiatan ini adalah SKPD terkait dari tingkat provinsi dan dari empat kabupaten yang menjadi lokasi proyek MCA-I yakni Mamuju, Majene, Polman dan Mamasa.

 

 

Syahrial Loetan selaku Senior Advisor MCA-I dalam sambutannya menyampaikan maksud diadakannya Rakorda di Sulawesi Barat yaitu “sebagai sarana untuk menyampaikan perkembangan pelaksanaaan Proyek Kemakmuran Hijau oleh masing-masing grantee dan rencana kerja kedepan. Kedua, guna membahas urusan perizinan yang berhubungan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pelaksana hibah dan langkah-langkah pengurusannya. Ketiga menyepakati mekanisme komunikasi antar grantee yang berada dalam satu kawasan ataupun yang bekerja dalam jendela yang sama komunikasi antara grantee dan pemerintah yang berada satu kawasan atau bekerja dalam agenda yang sama. Keempat menyepakati agenda monitoring dalam rangka mengawasi Proyek Kemakmuran Hijau dimasing-masing daerah. Disamping itu menjadi media untuk mendiskusikan berbagai hambatan yang dihadapi oleh para grantee dan konsultan terutama yang berkaitan dengan dukungan teknis dan daerah”.

 

Rakorda dibuka oleh Pelaksana Gubernur Sulawesi Barat, Irjen Polisi Carlo Brix Tewu yang dalam sambutannya langsung melakukan komunikasi dua arah kepada para grantee untuk mengetahui perkembangan proyek serta tantangan yang dihadapi. Gubernur menaruh harapan besar kepada para grantee agar dalam proses pelaksanaan proyek senantiasa melakukan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah agar proyek yang akan berakhir pada April 2018 ini  tetap berkelanjutan meskipun tanpa dukungan dari MCA-Indonesia.

 

 

Seusai acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Di sesi ini selain menyampaikan perkembangan program, para grantee kembali menyampaikan tantangan yang mereka hadapi. Salah satu diantaranya adalah tantangan yang dihadapi mitra dari Jendela 2  berkenaan dengan proses perizinan pembangunan pabrik wood pelet dan rotan. Mekanisme koordinasi khususnya dengan pemerintah daerah dalam hal ini tim kooordinasi untuk proyek MCA-I di Sulawesi Barat menjadi tantangan secara umum yang disampaikan oleh beberapa gantree. Untuk menjawab ini dibutuhkan sebuah sinergisitas antara penerima hibah proyek MCA-I dan pemerintah daerah sehingga berjalan sesuai harapan dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui program rendah karbon. Selain itu pula diperlukan monitoring dan evaluasi bersama.

 

Isu keberlanjutan program juga menjadi pembahasan di rakorda kali ini. Mengingat dukungan MCA-Indonesia akan berakhir di Bulan April 2018, grantee dan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten perlu memikirkan keberlanjutannya. Salah satu keberlanjutan program yang konkrit adalah memberi input dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Barat dan nantinya proyek yang telah dibangun dapat menjadi sebuah model pembelajaran untuk program-program serupa di masa yang akan datang apalagi melihat potensi alam Sulawesi Barat yang kaya seperti potensi air dan angin yang dapat digunakan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.

 

 

Di akhir kegiatan, dilahirkan sebuah kesepahaman dan kesepakatan bersama baik dalam bersinergi maupun dalam melakukan pola komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder terkait serta dukungan berkenaan dengan proses perizinan yang saat ini sedang dilakukan oleh beberapa pelaksana hibah proyek kemakmuran hijau MCA-I di Sulawesi Barat.

 

Muh. Aksan selaku perwakilan tim koordinasi proyek Kemakmuran Hijau provinsi Sulawesi Barat dalam sambutan penutupan, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Rapat Koordinasi kali ini menjadi sebuah momentum pertemuan dimana semua para penerima hibah dan stakeholder terkait hadir dan duduk bersama, sinergisitas menjadi kata kunci pertemuan ini. Adapun masukan yang ditujukan kepada tim koordinasi akan menjadi tindak lanjut dalam rangka kelancaran proyek Kemakmuran Hijau di Sulawesi Barat.

 

 

Feedback
Share This: