Belajar Budi Daya Udang Vaname di Pulau Sumbawa

You are here

Home / Belajar Budi Daya Udang Vaname di Pulau Sumbawa

Belajar Budi Daya Udang Vaname di Pulau Sumbawa

Salah satu komoditi wilayah pesisir yang saat ini menjadi daya tarik untuk dikembangkan saat ini budidaya udang Vannamei. Desa Kidang, Lombok Tengah memiliki potensi pengembangan budidaya udang Vannamei yang cukup besar, hal ini terlihat dari areal pembangunan tambak udang yang terus meningkat dan banyaknya masyarakat yang beralih profesi menjadi petani tambak udang. Menurut petani tambak udang di Desa Kidang, perluasan tambak udang ini memang sedang dilakukan, mengingat udang ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Harga udang Vannamei di tingkat pembudidaya mencapai 75 ribu perkilogram, dengan harga ini petani tambak sudah mengantongi keuntungan yang cukup menjanjikan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, Bapak Sasi Rustandi, menyebutkan “DKP menargetkan produksi udang Vannamei sebanyak 46.334 ton pada tahun 2016. Angka tersebut lebih tinggi dibanding produksi tahun sebelumnya sebanyak 39.715 ton. Nusa Tenggara Barat memang merupakan provinsi nomor tiga yang memberikan kontribusi terhadap ekspor udang Vannamei, setelah Lampung dan Sulawesi Selatan. Udang Vaname Indonesia, diminati konsumen di negara tujuan ekspor karena bebas dari penyakit Early Mortality Syndrome (EMS).  Berbagai upaya yang dilakukan oleh DKP Provinsi dan Kabupaten dalam meningkatkan produktivitas udang Vannamei diantaranya dengan mencetak tambak baru baik di Lombok Tengah, Lombok Timur dan Pulau Sumbawa. Dengan upaya yang dilakukan ini tentunya akan membuka lapangan kerja baru sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di wilayah pesisir terutama di Desa Kidang, Lombok Tengah.”

Blue Carbon Consortium melalui Proyek Pengelolaan Pengetahuan Tata Kelola Sumberdaya Pesisir Rendah Emisi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan dukungan Millenium Challenge Account-Indonesia pada saat ini juga membantu upaya peningkatan produksi udang pada skala tambak rakyat semi intensif. Lokasi demoplot BCC sendiri berada di Desa Kidang, Lombok Tengah. Kegiatan di tingkat desa demoplot telah mulai berjalan melalui kegiatan implementasi pengetahuan pembangunan rendah emisi. Berbagai kegiatan juga sedang dilakukan untuk membangun persamaan perspektif antar anggota masyarakat dan pemerintah untuk menjamin dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat/kelompok. Harapannya keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan ini nantinya dapat mempelancar proses transfer pengetahuan pengelolaan tambak udang Vanname berbasis rendah emisi di Desa Kidang, Lombok Tengah.

Pembangunan demoplot yang dilakukan oleh BCC menerapkan teknologi probiotik (kontrol biologis) sebagai salah satu model pembelajaran sederhana untuk kelompok petani udang Vannamei di Desa Kidang. Demoplot tersebut berperan sebagai wadah informasi yang dapat di akses langsung oleh petani tambak, karena lokasi dan prakteknya berada di sekitar mereka sehingga petani dapat secara langsung melihat, mempraktikkan, dan menerapkan secara langsung. Dalam membangun demoplot tersebut diperlukan dukungan dan partisipasi para pihak diantaranya pemerintah desa, kelompok petani tambak serta penyuluh perikanan. Untuk itu, sebagai upaya mengawali kegiatan perlu dilakukan studi banding guna peningkatan kapasitas petani pengelola tambak udang Vannamei, diantaranya persiapan lahan dan menjaga kualitas air pada lahan tambak. Selain itu petani diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan petani tambak untuk percepatan pembesaran udang Vannamei, pemberian pakan serta pengendalian hama dan penyakit udang. Lokasi studi banding tambak udang Vannamei berada di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. (puji/bcc).

Sumber: http://bluecarbonconsortium.org/meningkatkan-pengetahuan-dan-keahlian-ap...

Contact
Share This: