Membangun Kesadaran Sejak Dini Akan Pentingnya Hutan

You are here

Home / Membangun Kesadaran Sejak Dini Akan Pentingnya Hutan

Membangun Kesadaran Sejak Dini Akan Pentingnya Hutan

Ratusan anak dari tiga sekolah yang berdampingan dengan kawasan hutan kemasyarakatan atau yang biasa dikenal dengan istilah HKm memenuhi ruangan SDN 3 Santong. Ketiga sekolah ini berasal dari SDN 3 Santong, SDN 1 Santong dan MI Baqiayatus Solih. Mereka diundang secara khusus untuk menghadiri kegiatan pemutaran video animasi dan sosialisasi buku komik yang diadakan oleh yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) tanggal 03 Oktober 2017 di Kabupaten Lombok Utara. Ini merupakan kali kedua BaKTI mengadakan hal serupa di Lombok Utara, sebelumnya dengan tema Energi Terbaruka yang dilaksanakan tahun lalu. Kali ini menceritakan dan mengenal lebih dekat tentang Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Kegiatan sekaligus sosialisasi Komik merupakan rangkaian kegiatan proyek pengetahuan hijau yang didanai oleh MCA-Indonesia.

 

Kegiatan yang dipandu oleh Kak Wawan dan Kak Husnul dari kerajaan dongeng NTB. Hadirnya Kak Wawan menjadi penyemangat bagi anak-anak. Materi yang disampaikan Kak Wawan dikemas dalam bentuk dongeng, menambah antusias anak-anak. Ditambah lagi dengan aksinya yang lucu dan mendidik menjadikan tujuan dari acara tersebut lebih mengena bagi anak-anak.
Sebelum acara inti dimulai, anak-anak diberikan sebuah lembaran isian (pre test) untuk mengetahui pemahaman anak-anak tentang Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Dengan penuh semangat anak-anak langsung menjawab. Selesai pengisian pre test baru dimulai acara-acara sambutan. Yayasan BaKTI adalah pembuka acara hari itu yang diwakili oleh Ita Ibnu selaku Communication & Outreach Officer untuk wilayah Nusa Tenggara Barat. Dalam sambutannya, Ita Ibnu atau yang akrab dipanggil Ibu Ita, menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, terutama kepada SDN 3 Santong yang menyediakan ruang kelasnya sebagai tempat acara. Kegiatan ini diharapkan menjadi jendela visual yang menambah khazanah anak-anak usia Sekolah Dasar mengenai beragam potensi hutan diluar hasil kayu yang ada di Indonesia untuk dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik di masa depan. Pengenalan akan beragam HHBK ini juga diharapkan dapat membuka wawasan mereka dan sekaligus menciptakan generasi yang siap menjaga dan melestarikan hutan.
 

 

Selain itu pihak dari Yayasan BaKTI memperkenalkan aktivitas yang dilakukan dalam program proyek pengetahuan hijau. Sosialisasi komik ini merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan BaKTI selaku Knowledge Manager. Tidak sampai sebatas acara sosialisasi saja, nantinya komik ini diharapkan menjadi bahan atau acuan ajar terkait masalah lingkungan. Ditambahlagi daerah Santong merupakan daerah yang berdekatan langsung dengan hutan. Di Desa Santong sendiri banyak potensi Hutan Bukan Kayu di temui, seperti Alpukat, Bambu, Durian, Porang dan berbagai macam HHBK lainnya.
Setelah sambutan dari yayasan BaKTI, sambutan dilanjutakan oleh perwakilan MCA-Indonesia wilayah NTB, dalam hal ini diwakili oleh ibu Nina Hernidiah selaku DRM. Dalam sabutannya, Ibu Nina panggilan akrabnya mengatakan bahwa Yayasan BaKTI mampu memberikan sesuatu yang baru bagi anak-anak. Karena ini merupakan metode pembelajaran yang cepat dipahami oleh anak-anak.
Tidak lengkap rasanya sebuah acara tanpa ada yang membuka dan memberikan arahan. Pada kesempatan ini hadir pihak UPTD Dikpora Kecamatan Kayangan sekaligus mewakili Dikpora Kabupaten Lombok Utara (Lotara). Acara ini dbuka langsung oleh pak Fahruddin, S.Pd selaku kepala UPTD Dikpora Kecamatan Kayangan. Sebelum acara di buka secara resmi, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada yayasan BaKTI atas kesempatan dan terpilihnya Kec. Kayangan sebagai lokasi peluncuran komik dalam rangka mengenalkan anak-anak lebih awal mengenai hasil hutan bukan kayu. Beliau menyampaikan kepada semua tamu undangan terutama bagi adik-adik yang hadir “Generasi yang sekarang ini akan menjadi dewasa dan menjadi dua pilihan bagi generasi saat ini yaitu merusak alam atau menjaga alam, tinggal bagaimana kita menanamkan sejak dini agar hutan tetap lestari, hutan merupakan jantung kehidupan bagi bumi ini, selain menghasilkan oksigen juga menjadi penyangga keberlangsungan hidup manusia. Hutan yang lestari akan menghasilkan beragam sumberdaya alam”. Dalam sambutannya juga kepala UPTD mengajak adik-adik peserta untuk tetap menjaga kelestarian hutan dan mengikuti acara sampai  selesai.
 
Setelah acara sambutan yang sekaligus pembukaan oleh bapak kepala UPTD, kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu pemutaran video animasi akan tetapi sebelum pemutaran kakak wawan memainkan aksinya nya dan membuka wawasan anak-anak lewat dongeng pembuka bersama Kakek Udin (Boneka). Kakek Udin mampu menghipnotis dan membuat anak-anak riang gembira. Terdegar nyanyian kompak ketika mereka di minta mengikuti kakek Udin bernyanyi dengan mengubah lirik lagu selamat ulang tahun.
“Jaga hutanmu
Jaga hutanmu
Jaga hutanmu tetap lestari,
tetap lestari.
tetap lestari”
Dalam cerita ini kakek Udin berpesan kepada semua pihak terutama generasi saat ini untuk tetap menjaga hutan. Banyak hal dilakukan agar hutan lestari, seperti halnya informasi yang dibuat oleh Yayasan BaKTI yaitu dengan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Pemahaman kebanyakan orang bahwa hutan sebatas kayu saja, begitu kayu sudah besar maka akan segera ditebang. Namun melalui komik yang dibuat ini, mampu memberikan informasi terutama bagi generasi yang akan datang.

 

"Saya banyak tahu tentang hasil hutan bukan kayu. Saya sangat senang dan siap menjaga hutan”. Itulah beberapa kalimat sederhana yang terucap dari mulut seorang anak bernama Aldi Maheri setelah mengikuti acara sosialisasi tersebut. Mengajarkan dan mengenalkan akan kelestarian hutan adalah hal yang sangat bermanfaat bagi anak. Apalagi jika dikenalkan dengan berbagai macam hasil hutan, tentu bisa menambah wawasan dan pengetahuan anak untuk lebih mencintai hutan dan lingkungannya. Karena poin terpenting yang menjadi tujuan utama acara ini adalah untuk menyadarkan semua pihak bahwa pelestarian hutan bukan hanya tanggung jawab generasi saat ini, namun juga merupakan PR generasi selanjutnya untuk berkontribusi dalam menjaga dan merawat kelestarian hutan.
Dan diakhir acara, peserta diminta lagi untuk mengisi post test, guna mengetahui tingkat pemahaman setelah diberikan pemahaman mengenai HHBK melalui komik dan video animasi. Antusiasme anak-anak terlihat, dengan santainya mereka menjawab soal, kurang dari 2 menit sudah ada peserta yang selesai menjawab.

 

Contact
Share This: