Rembuk Hijau Warga Aik Bual: Berkumpul dan Berdiskusi Wujudkan Desa Hijau Lestari

Anda di sini

Depan / Rembuk Hijau Warga Aik Bual: Berkumpul dan Berdiskusi Wujudkan Desa Hijau Lestari

Rembuk Hijau Warga Aik Bual: Berkumpul dan Berdiskusi Wujudkan Desa Hijau Lestari

Rembuk warga ini dilaksanakan sebagai lanjutan dari proses identifikasi dan penggalian potensi desa yang telah dilakukan sejak Rapid Assessment (RA). Rembuk warga ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 23 dan 24 Januari 2016 bertempat di Kantor Desa Aik Bual, Kabupaten Lombok Tengah.  Adapun tujuan dari kegiatan ini lebih detail dirinci pada hari petama menyusun Rencana Pembangunan Desa yang terkait dengan isu pengetahuan hijau (pertanian terintegrasi, energi baru terbarukan dan kewirausahaan hijau) serta memberi rekomendasi untuk dimensi dan indikator pengelolaan lingkungan desa. Rembuk warga hari pertama ini dihadiri oleh para pandu tanahair, aparat desa, kepala dusun dan kader posyandu. Sedangkan pada rembuk warga hari kedua output yang dicapai adalah pembentukan Community Learning Center (CLC),  menyusun dan menyepakati aturan kelompok serta kurikulum belajar komunitas yang dihadiri oleh pemuda Desa Aik Bual dan Pandu Tanahair.

Dari diskusi yang dilaksanakan berbagai potensi desa yang dimiliki oleh Desa Aik Bual mengemuka, seperti dalam bidang energi terbarukan awalnya beberapa hal dianggap sebagai limbah dan selama ini belum pernah dikelola oleh masyarakat. Seperti limbah ternak sapi yang bisa dikelola menjadi biogas berikut produk lanjutannya yang bisa menjadi alternatif usaha peningkatan ekonomi masyarakat, selanjutnya limbah serutan kayu yang bisa diolah menjadi briket untuk bahan bakar rumah tangga dan media tanam budidaya jamur, serta limbah kulit kakao yang bisa dipergunakan sebagai bahan kompos, bahan pestisida dan penambah nutrisi ternak sapi.

Di bidang kewirausahaan hijau, Desa Aik Bual memiliki potensi pengembangan kolang kaling, anyaman bambu, pengolahan berbagai buah serta umbi-umbian dan pengolahan kulit manggis.  Sedangkan untuk pertanian  terpadu Desa Aik Bual sangat berpotensi untuk pengambangan perikanan air tawar, budidaya unggas, sapi dan kambing yang terintegrasi dengan pengelolaan perkebunan seperti mengembangkan empon-empon untuk industri jamu dan kosmetik. Berbagai potensi serta perbaikan lingkungan tersebut terangkum dalam rencana kerja Pandu Tanahair.

Keberhasilan suatu program tidak terlepas dari dukungan dari masyarakat dan juga pemerintah desa, dan Aik Bual telah memiliki itu. Dari masyarakat keberadaan majelis taklim dan kelompok pengajian bisa menjadi salah satu sarana sosialisasi di samping jiwa sosial masyarakat serta gotong royong hingga saat ini masih terjaga.  Sedangkan dari Pemerintah Desa, sejak tahun 2015 Desa Aik Bual telah menerapkan Peraturan  Desa (Perdes) tentang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati yang bertujuan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan sekaligus sebagai upaya menjaga kelestarian tumbuhan maupun satwa.  Desa Aik Bual menjadi lokasi yang sangat penting dan strategis untuk dijaga kelestariannya karena Desa ini langsung berbatasan dengan kawasan hutan yang kaya dengan jenis tumbuhan dan satwa serta merupakan kawasan tangkapan air (cathcment area) dengan potensi sekitar 5 sumber mata air yang menjadi sumber air terutama untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan rumah tangga masyarakat Aik Bual. Beberapa hal yang diatur dalam PERDES ini diantaranya perlindungan, pengawetan jenis tumbuhan dan satwa, pengayaan tanaman baik di lahan milik maupun lahan publik, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati. Menariknya Perdes ini juga mengatur mengenai keharusan bagi setiap pasangan yang akan mengurus surat nikah untuk menanam pohon minimal 2 pohon yang bisa ditanam dilahan pribadi maupun lahan umum seperti di bumi perkemahan Embung Bual. Bibit tersebut disediakan oleh kelompok Permata (Kelompok Pecinta Mata Air) dan juga Kelompok HKm ( Hutan Kemasyarakatan) yang ada di Desa Aik Bual. Selain itu, Perdes tersebut juga melarang perburuan hewan liar dan penangkapan ikan di tempat yang sudah ditentukan. Selain dua hal tersebut komitmen bersama membangun  desa juga diharapkan dari semua pihak sebagai stimulan bagi percepatan pelaksanaan program sehingga akan terwujud masyarakat Desa Aik Bual yang aman dan Sejahtera.

Feedback
Share This:

Kirim komentar

Plain text

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.