Peluang Usaha dari Potensi Pangan Lokal

Anda di sini

Depan / Peluang Usaha dari Potensi Pangan Lokal

Peluang Usaha dari Potensi Pangan Lokal

Lombok Utara merupakan kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat yang secara geografis berada di kaki sebelah utara Gunung Rinjani. Setelah melakukan pemekaran dengan Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara (KLU) memiliki luasan 809,53 Km² dengan beragam potensi yang menjanjikan. Mulai dari potensi di bidang pariwisata, laut, budaya hingga pertanian. Potensi lokal merupakan jawaban guna meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui pengelolaan yang maksimal. Potensi lokal yang ada belum terkelola secara menyeluruh. Apabila kita menelisik lebih jauh, jika potensi yang dimiliki dikelola dengan maksimal maka dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.
Beranjak dari temuan potensi pangan lokal yang begitu melimpah di Kabupaten Lombok Utara, Konsorsium KSU Karya Terpadu dan Klub Baca Perempuan (KBP) mencoba melakukan sebuah terobosan yaitu upaya pemberdayaan masyarakat melalui serangkaian pelatihan-pelatihan dengan sasaran utamanya adalah kaum perempuan. Salah satu contoh pelatihan yang dilakukan KSU Karya Terpadu-Klub Baca Perempuan yaitu memaksimalkan pemanfaatan potensi lokal semisal pembuatan jajanan dan pengelolaan tekhnologi hasil pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.


Enak, lezat, sedap dan inovatif adalah kesan yang pertama kali muncul ketika mencicipi hasil olahan pangan lokal dalam Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal yang diadakan pada tanggal 2 hingga 3 April 2017. Pelatihan ini diadakan di 12 kelompok dengan lokasi pelatihan yang berbeda sesuai daerah asal anggota kelompok dan jenis produk yang akan dihasilkan. Ke 12 kelompok binaan KSU Karya Terpadu dan Klub Baca Perempuan yang tersebar di 8 desa terdiri dari:
KUP Alamanda (Kopi Rempah) Santong
KUP Nina Berdaya (Stick Sale) Santong
KUP Nuryakin (Emping Jagung) Pendua
KUP Gangga Murmas (sale Lilit) Genggelang
KUP harapan Mulisa (Kopi Bambu) Genggelang
KUP Bogas Lestari (keripik Pisang) Bentek
KUP Wana Kencong (Kacang Pindang) Sokong
KUP Ibu Kreatif ( Rengginang ) Sokong
KUP Mega Berora (Nata De Coco) Sigar Penjalin
KUP Maju Bersama (Opak-opak) Pemenang
KUP Sumber Manis (Nira Jahe) Pemenang Barat
KUP Sumber Bambu (kerajinan Bambu) Pemenang Barat
Setiap kelompok binaan mendapat pelatihan tentang pengolahan pangan lokal yang sudah ditetapkan sebelumnya sesuai dengan sumberdaya yang ada. Pelatihan yang diadakan selama dua hari tersebut mendatangkan beberapa tim ahli sesuai produk yang akan dihasilkan dan masing-masing tim ahli membimbing satu kelompok, tergantung bidangnya atau sesuai jenis produk yang akan dibuat. Contohnya seperti pembuatan Nata De Coco oleh Kelompok Mega Berora yang ada di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, yang dibimbing oleh tim ahli berasal dari Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Mataram.


Puluhan peserta yang mengikuti pelatihan ini terlihat sangat antusias. Suara riuh menghiasi ruangan dimana para peserta membuat produk yang mereka rencanakan sejak awal. Sesekali keluar candaan yang memecah suasana serius para peserta yang sedang sibuk dengan kelompoknya. Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok perempuan tersebut terlihat begitu menikmati pelatihan hingga serangkaian pelatihan yang diadakan selama dua hari itu selesai sesuai dengan yang diharapkan.
Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal ini menghasilkan olahan yang bernilai ekonomi. Selain itu, olahan tersebut dapat dikreasikan dan dikembangkan lagi ke dalam berbagai cita rasa dan bentuk produk lain seperti es Nata De Coco dan pudding Nata De Coco yang tentunya dapat pula menjanjikan rupiah. Setiap produk yang diolah di dalam kegiatan pelatihan tersebut adalah sesuai dengan potensi desa dan sumber daya alam yang ada di dalamnya. Desa Sigar Penjalin menjadikan Nata De Coco sebagai produk unggulan karena pohon kelapa yang ada di desa tersebut begitu banyak, terlihat dari jumlah pohon kelapa yang menghiasi daerah ini. Ditambah lagi dengan banyaknya pabrik pengolahan kopra sehingga menjadikan produk ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan di desa tersebut.


Ada juga kelompok perempuan dari desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara yang mengolah hasil pertanian berupa singkong menjadi jajan yang bernilai ekonomis. Sebelumnya, pengolahan singkong belum begitu maksimal di daerah ini. Kripik adalah satu-satunya produk hasil olahan singkong yang dihasilkan oleh kelompok perempuan tersebut. Bahkan hasil panen banyak dijual gelondongan ke luar daerah. Singkong memang menjadi salah satu komoditi di kabupaten ini. Ketika musim panen tiba, puluhan hingga ratusan truk berkapasitas besar mengangkut hasil pertanian yang berupa singkong tersebut. Sehingga dalam pelatihan pengolahan pangan lokal tersebut, adanya inisiatif untuk mengolah singkong menjadi produk lain yaitu rengginang yang bernilai-jual lebih dibandingkan dengan harga gelondongan (bentuk utuh dari singkong) merupakan suatu upaya dalam peningkatan pedapatan masyarakat terutama perempuan.
Adanya pengelolaan teknologi hasil pertanian pada dasarnya akan membuat lapangan pekerjaan bagi masyarakat terutama masyarakat sekitar. Ditambah lagi dengan potensi pariwisata Lombok Utara yang sudah mendunia menjadikan kegiatan pengolahan hasil pertanian ini menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Harapannya dengan berkembangnya produk dari masyarakat, pihak pemerintah dan swasta terutama pengelola pariwisata tetap menjalin kerjasama yang baik misalnya membantu dalam hal pemasaran.
Untuk mendukung terciptanya produk-produk unggulan masyarakat yang tergabung dalam 12 kelompok usaha perempuan, KSU karya terpadu akan tetap mendampingi hingga proses pengemasan, pelabelan hingga pengurusan ijin Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT).
Diakhir pelatihan, ibu Karmila selaku peserta dalam acara pelatihan mengungkapkan rasa syukurnya akan adanya kegiatan semacam ini, kegiatan pelatihan yang diadakan oleh KSU Karya Terpada dan Klub Baca  Perempuan mampu memberikan harapan terciptanya peluang usaha, kami sebagai ibu rumah tangga dan petani mendapatkan ilmu tambahan, dan berharap imbas dari pelatihan dan proyek ini mampu meningkatkan pedapatan ibu-ibu yang mengikuti pelatihan.

 

 

Feedback
Share This: