Pemutaran Video Animasi dan Sosialisasi Komik Mari Mengenal HHBK : Hutan Ku dan Masa Depan Ku

Anda di sini

Depan / Pemutaran Video Animasi dan Sosialisasi Komik Mari Mengenal HHBK : Hutan Ku dan Masa Depan Ku

Pemutaran Video Animasi dan Sosialisasi Komik Mari Mengenal HHBK : Hutan Ku dan Masa Depan Ku

Satu persatu utusan tiap sekolah mulai berdatangan memasuki ruang aula Kantor Camat Suela – Lombok Timur yg merupakan lokasi diadakannya pemutaran Video Animasi dan Sosialisai Komik “Mari Mengenal Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)”. Tiga sekolah yang diundang melalui rekomendasi dari Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dikpora Kecamatan Suela antara lain SDN 1 Suela, Madrasah Ibtida’iyah (MI) Nahdhatul Wathan Suela dan Madrasah Ibtida’iyah Marakit Suela.
Para peserta yang sejak awal dipilih oleh gurunya dari perwakilan kelas 4, 5 dan 6 ini mulai berbaris rapi. Seperti biasanya, Kak Wawan dan Kak Husnul sebagai pemandu acara tersebut memberikan aba-aba. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 7 Oktober 2017 di Kabupaten Lombok Timur ini merupakan rangkaian terakhir dan penutup acara setelah roadshow dari Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah. Seperti biasa, sebelum acara dimulai peserta diberikan lembar pre test guna mengetahui pemahaman awal dari para peserta mengenai Hasil Hutan Bukan Kayu.

 

Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Timur, memiliki potensi HHBK yang begitu melimpah. Melalui skema kemitraan dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pengembangan produk HHBK sudah lama diupayakan, bahkan telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar hutan yaitu sebagai sumber pendapatan utama. Seperti halnya dalam serial buku komik yang dibagikan kepada peserta, di sana diceritakan tentang apa saja potensi HHBK, bagaimana proses pengolahannya, hingga seperti apa produk olahan yang dihasilkan dan bernilai ekonomis. Misalnya olahan kemiri, madu, gula aren, bambu dan produk HHBK lainnya.
 “Jika kalian ingin memiliki rambut yang sehat, jangan lupa gunakan minyak kemiri. Begitu juga dengan madu yang bisa membuat badan kita sehat”, teriak Kak Wawan. Selanjutnya, para peserta dibagi menjadi lima kelompok antara lain kelompok Kemiri, kelompok Madu, kelompok Gula Aren, kelompok Bambu dan kelompok Wood Pellet. Kelompok sudah terbentuk tinggal peserta diminta untuk membuat yel-yel. Yel-yel yang dibuat harus beragam sesuai nama kelompok dan manfaat dari HHBK.
Kelompok Kemiri                                : “Bikin rambut ku sehat”
Kelompok Madu                                  : “Madu….. kuat kuat kuat”           
Kelompok Bambu                               : “Banyak Manfaatnya”
Kelompok Gula Aren                         : “Enakkk dibuat rujak”
Kelompok Wood pellet : “Bahan Bakar..hahaa…..hahaha”

 

Beragam yel-yel ini menambah hangatnya suasanya yang sedikit mendung pasca hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Suela. Setelah satu per satu kelompok diminta untuk tampil dan menyuarakan yel-yel yang sudah disepakati, kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan oleh Yayasan BaKTI yang diwakili oleh Ibu Ita Ibnu. Beliau menyampikan bahwa melalui komik dan video animasi ini, dinilai bisa menjadi jendela visual bagi anak-anak sehingga mudah memahami tentang HHBK. Terlebih Lombok masih memiliki hutan yang luas. Selain itu, nantinya komik ini diharapkan bisa dijadikan sebagai bahan ajar bagi tiap sekolah.
Setelah sambutan dari Yayasan BaKTI usai, kegiatan berlanjut ke acara inti. Dongeng pun dimulai akan tetapi sebelum menjalankan aksinya Kak Wawan mengajak anak-anak bernyanyi.
“Siapa yang cinta hutan
Siapa yang cinta hutan
Siapa yang mau jaga hutan sekitarmu
Katakan-katakan saya”
Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dengan cara menjaga hutannya, yaitu Ali, sang penyelamat hutan. Dalam kisahnya Ali begitu antusias dan memiliki dedikasi yang tinggi dalam menjaga dan merawat hutannya. Tidak heran jika hutannya masih lestari dan tidak jarang kicauan burung dan hewan lainya masih terdengar. Begitu juga dengan tanaman yang ada di hutan, semuanya terawat sehingga ekosistem masih terjaga. Kisah ini memberi inspirasi pada peserta, ketika Kak Wawan dan Kak Husnul bertanya “Siapa yang mau menjaga hutan?” serentak anak-anak teriak “Saya!”.

 

Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dikemas semenarik mungkin dengan memberikan hadiah menarik bagi para peserta. Soal yang dilempar ke peserta terkait dengan seputaran HHBK, terlihat antusiasme peserta dalam menjawab pertanyaan yang diberikan hingga Kak Wawan kesulitan dalam menentukan siapa yang ditunjuk. Kak Wawan tidak kehabisan ide untuk mencari siapa yang berhak menjawab, Peserta dengan gaya yang nyentrik dan unik lah terpilih untuk mejawab pertanyaan tersebut. Dengan suara lantang peserta yang ditunjuk menjawab dengan benar.
Dengan berakhirnya kegiatan di Kabupaten Lombok Timur ini menyudahi serangkaian acara di tiga kabupaten. Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksannya kegiatan yang mampu memberikan inspirasi bagi semua, terutama bagai anak-anak. Kegiatan yang berdurasi dua jam ini dikemas semenarik mungkin untuk anak-anak, mulai dari mereka tiba telah disuguhkan lantunan lagu anak-anak dengan tujuan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai media pembelajaran sejak dini bagi anak-anak Sekolah Dasar. Yang nantinya diharapkan mampu menularkan apa yang sudah diperoleh dari kegiatan ini kepada teman-temannya, dan keluarga. Sehingga harapan kita untuk mejaga hutan tetap lestari bisa terwujud. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Saodah, guru SDN 1 Suela yang menanggapi kegiatan ini, beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini. “ini sangat-sangat berkesan bagi anak-anak setelah melihat video animasi, dengan metode seperti ini sangat berguna karena sesuai dengan pendidikan anak-anak yang berkelanjutan, kalau bisa datang ke setiap SD untuk mengadakan hal serupa. Anak lebih memahami bagaimana hutan yang sebenarnya dan bagaimana menjaga hutan agar tidak erosi, banjir dan kebakaran”

 

 
Feedback
Share This: