Pemerintah Galakkan Investasi Pengembangan EBT di Sumba

Anda di sini

Depan / Pemerintah Galakkan Investasi Pengembangan EBT di Sumba

Pemerintah Galakkan Investasi Pengembangan EBT di Sumba

Warta Ekonomi, Jakarta — Lima tahun pasca peluncuran Program Pengembangan Pulau Sumba sebagai Pulau Ikonis Energi Terbarukan, ketahanan energi Pulau Sumba membaik.

Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan rasio elektirifkasi, peningkatan instalasi pembangkit, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam rapat Pleno Nasional program Pulau Ikonik Sumba di Kupang (4/11) Maritje Hutapea, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, “Hingga saat ini, rasio elektifikasi pulau Sumba telah meningkat signifikan dari 24,5% pada tahun 2010 menjadi 42,67% pada tahun 2016.” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (7/11/2016).

Lanjut Maritje, Kontribusi energi terbarukan terhadap bauran energi Pulau Sumba telah mencapai 12,70%, dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2010 dimana kontribusi EBT sama sekali belum ada dalam skema energi di Pulau Sumba saat itu.

Lebih lanjut Maritje mengungkapan bahwa hingga saat ini total kapasitas EBT telah mencapai 6,76 MW dengan nilai investasi sebesar Rp. 160 milyar.

“Infrastruktur yang terbangun terdiri dari PLTMH, PLTS, PLTB, serta berbagai teknologi energi terbarukan lainnya seperti biogas untuk penerangan dan memasak, kios energi (untuk pengadaan lampu SHS dan charging station), solar water pumping untuk irigasi pertanian, pompa Barsha untuk irigasi pertanian, smart PJU, dan tungku hemat energi.” lanjut Maritje.

Pada tahun 2016 saja, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi kementerian ESDM telah melaksanakan sejumlah proyek EBT di Pulau Sumba senilai hampir 30 milyar Rupiah yang meliputi pembangunan 3 unit PLTMH di Sumba Timur; dengan total kapasitas 90.8 kW dengan nilai investasi Rp. 7.028.326.652, PLTS di Bandara Umbu Mehang Kunda- Waingapu, Sumba Timur dan Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya berkapasitas 700 kWp dengan nilai investasi sebesar Rp. 22.498.705.000.

Untuk tahun 2017 Program Pulau Ikonik Sumba akan mendapatkan investasi sebesar USD 4,7 juta atau setara Rp. 60 milyar melalui program Kemitraan Hijau antara Hivos (Humanist Institute for Co-operation with Developing Countries/Institut Humanis untuk Kerja Sama Pembangunan) dan Millennium Challenge Account Indonesia  (MCA-I).

Sementara itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menyambut baik pencapaian program Pulau Ikonik Sumba dan mendukung upaya percepatan pencapaian target 95% rasio elektrifikasi Sumba pada tahun 2020, dimana 65% pasokan energi akan berasal dari EBT.

“Salah satu kendala pertumbuhan ekonomi provinsi NTT adalah rendahnya minat investor dan pebinis akibat masalah ketersediaan aliran listrik untuk berbagai kegiatan usaha dan produksi.” jelas Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

“Tanpa akses listrik, investor dan pebisnis sulit menjalankan usaha mereka di NTT”. ungkapnya

http://wartaekonomi.co.id/berita119311/pemerintah-galakkan-investasi-pen...

 

Feedback
Share This: